Manifesto Hizbut Tahrir Indonesia Vs Manifesto Komunis

Adalah menarik melihat sepak terjang dakwah Hizbut Tahrir di Indonesia akhir-akhir ini. Selain karena bertambahnya dukungan dari berbagai tokoh yang ada di tanah air, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tampaknya juga kian memantapkan kiprahnya dalam membina umat dengan tsaqofah-tsaqofah Islam. Terbukti dari tawaran yang diberikan HTI kepada Indonesia yang terwujud dalam apa yang disebut Manifesto Hizbut Tahrir untuk Indonesia (Manifesto HTI).

Konon kabarnya, Manifesto HTI ini lahir dilatarbelakangi oleh suana publik yang sekarang ini, menjelang pemilihan kepemimpinan nasional 2009,  tengah bingung menilik tawaran-tawaran konseptual mengenai sistem pengaturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Terlebih lagi ideologi Islam masih belum muncul ke permukaan publik untuk dijadikan sebagai sistem alternatif bagi Indonesia.

Dalam rilis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui situs resminya disebutkan bahwa Manifesto HTI adalah bagian dari upaya HTI untuk mensosialisasikan ide atau konsep praktis mengenai pengaturan kehidupan sebuah negara yang menerapkan sistem Islam secara utuh (Daulah Khilafah) sehingga umat Islam dapat mengetahui bahwa Manifesto HTI adalah jalan baru untuk masa depan yang lebih baik. Dan uniknya, Ideologi Islam tetap menjadi inti dari Manifesto HTI tanpa sedikit pun berkompromi dengan ideologi yang ada, sekulerisme dan komunisme. Baca lebih lanjut

Iklan

Potret Ideal Umat Islam Tercoreng oleh Demokrasi

Islam adalah sebuah ideologi yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada umat manusia. Ideologi Islam ini telah membawa corak pemikiran yang khas bagi manusia dalam melahirkan pandangan hidup yang benar dan mampu menyelesaikan seluruh masalah kehidupan yang ada. Akan tetapi sekulerisme dan perang pemikiran yang digencarkan oleh Barat dewasa ini ternyata berhasil membuat umat Islam rela memisahkan kehidupan mu’amalah mereka dari aturan Islam. Akhirnya umat Islam tidak lagi menjadikan Islam sebagai solusi dalam mengatasi dan memecahkan problematika kehidupan.

Adalah memilukan melihat potret dunia muslim sekarang ini. Mereka terus terjepit oleh pahitnya kemiskinan, melangitnya biaya pendidikan, maraknya KKN, ketimpangan hukum, pemimpin tidak amanah, sembako mahal, pajak yang menggigit dan biaya hidup lain yang kian melangit. Generasi mudanya pun tak henti-henti digerogoti oleh maraknya pergaulan bebas dan hedonis. Sementara di sisi lain, aset-aset negara terus diswastakan oleh para penguasanya. Semua realita pahit ini sebenarnya semakin menggores luka yang selama ini menganga di tubuh kaum muslimin. Namun parahnya Islam masih belum dijadikan sebagai pemecah masalah kehidupan yang ada. Baca lebih lanjut