Menentang Operasi Militer ke Waziristan, Lebih Dari 30 Orang Anggota dan Pendukung Hizbut Tahrir Pakistan Ditangkap

Merasa mendapat perlawanan intelektual dari gerakan dakwah Hizbut Tahrir, pemerintah Pakistan beberapa hari lalu menyerbu sebuah seminar damai yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir dan menangkap lebih dari 30 orang anggota dan pendukung Hizbut Tahrir, termasuk Wakil Juru Bicara Hizbut Tahrir di Pakistan, Imran Yusufzai. Pemerintah Pakistan menganggap bahwa Hizbut Tahrir adalah pihak yang selama ini dianggap paling getol memobilisasi rakyat untuk mencegah operasi militer terhadap warga sipil tak berdosa di Waziristan dan menolak pasukan Pakistan dijadikan sebagai bahan bakar untuk perang Amerika.

Tindakan penangkapan tersebut merupakan wujud dari kekalahan intelektual rezim Zardari dalam menghadapi dakwah pemikiran yang digencarkan Hizbut Tahrir selama ini. Sebab, sejak awal Oktober 2009, sebenarnya Zardari sudah berulang kali mengkampanyekan isu tentang pentingnya meluncurkan operasi militer ke wilayah Waziristan. Namun rencana serangan itu mendapat kecaman keras dari publik, khususnya, oleh karena pengaruh dakwah -tanpa kekerasan- Hizbut Tahrir. Baca lebih lanjut

Iklan

Bangkitnya Ideologi Islam Tak Akan Terbendung

Engels dalam “Scientific versus Utopian Socialism” mengungkapkan bahwa akar semua perubahan sosial dan revolusi politik adalah keadaan ekonomi jamannya. Pandangan Engels inilah yang acap kali digunakan oleh para pembuat kebijakan di seluruh negara dunia dalam mengantisipasi arus revolusi dan gejolak sosial yang ada. Penganut pandangan ini mengklaim bahwa sistem ekonomi yang berkeadilan serta terciptanya masyarakat yang sejahtera pada suatu negara akan dapat meredam gejolak konflik fisik secara langsung maupun benturan ide dan pemikiran.

Akan tetapi, mereka lupa satu hal, bahwa desakan bangkitnya sebuah ideologi  (Islam) sesungguhnya tak akan terbendung oleh kekuatan apa pun juga. Sebab, ideologi itu bagai bara api yang siap membakar semangat para pengembannya dalam mendobrak realitas menuju idealitas. Sejarah telah membuktikan bagaimana masyarakat kafir Qurais di Mekkah pada masa lalu, menyambut hadirnya peradaban Islam bukan karena keadaan ekonomi jamannya, melainkan karena kebenaran dan keagungan peradaban Islam.

Dengan demikian, yakinlah saudaraku, kebangkitan Islam sungguh akan segera tiba. Songsong fajar kebangkitan Islam itu dengan tekad penuh kesabaran mendakwahkan Islam, tentunya tanpa noda kekerasan. Allahu Akbar!