Isu Perubahan para Capres dan Cawapres; Pantas Berharap?

Akhir-akhir ini para capres dan cawapres beserta tim suksesnya kian sibuk melaksanakan agenda masing-masing demi memenangkan Pilpres 2009. Jargon dan janji-janji politik tampaknya akan terus disodorkan kepada masyarakat luas hingga bulan Juli mendatang guna merebut kursi RI-1. Dan sebagai akibatnya, kita pun acap kali mendengar pasangan Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto menyodorkan isu perubahan dalam materi kampanyenya karena pemerintah sekarang ini dianggap gagal membawa rakyat menuju kesejahteraan. Sementara itu, di pihak lain, SBY-Boediono semakin getol menepis anggapan itu dengan menganggap bahwa sistem dan arah kebijakan pemerintah selama ini adalah sudah benar sehingga perlu dilanjutkan. Baca lebih lanjut

Iklan

Landasan Pemikiran Politik Barat Bertentangan dengan Pemikiran Islam

Tidak ada bidang pengetahuan dan peradaban manusia yang tak tersentuh oleh gairah pemikiran politik. Bisa dikatakan secara alamiah manusia hidup dalam lingkungan dan pengaruh politik. Itulah sebabnya mengapa manusia dengan sadar atau tidak sadar menghabiskan paruh hidupnya dalam urusan politik. Minat dan perhatian mendalam manusia kepada fenomena politik ini tidak mengejutkan karena manusia –menurut Aristoteles– adalah political animal (hewan politik). Sementara Syaikh Taqiyuddin An Nabhani mendefenisikan politik sebagai pengaturan urusan umat baik dalam negeri maupun luar negeri.

Adalah mengherankan bila dianggap pemikiran politik itu bebas nilai sehingga siapa saja bisa memakainya. Henry J. Schmandt, seorang Professor ilmu politik Universitas Wisconsin-Milwauke, mengatakan bahwa kajian politik tidak hanya mencakup pengelolaan masalah publik, dan kampanye pemilu secara periodik yang penuh semangat. Ia mencakup aspirasi, tujuan, keyakinan, dan nilai-nilai manusia. Ia berkaitan dengan teori dan praktik, keterampilan filosofis dan teknis. Baca lebih lanjut

Indonesia dalam Pinangan Ideologi

Indonesia dalam Pinangan Sosialis dan Kapitalis, Islam Tersingkir

 Oleh Frenky Suseno Manik, S.Si.

 

Asas yang membangun ideologi Kapitalisme adalah sekulerisme. Sedangkan asas yang membangun ideologi Sosialisme adalah komunisme. Sementara ideologi Islam dibangun dari aqidah Islamiyah yang utuh. Masing-masing ideologi ini akan memerikan sepaket pemikiran khas dan melahirkan sudut pandang maupun pemahaman tertentu dalam memandang manusia, kehidupan dan alam semesta sehingga dihasilkan suatu sistem tatanan kehidupan yang berbeda-beda.

Adalah fakta bahwa ketidakjelasan Indonesia dalam memilih ideologi yang ada disinyalir menjadi penyebab utama mengapa posisi Indonesia di kancah peradaban dunia tidak berpengaruh. Satu masa, Indonesia pernah condong ke sosialis saat dipimpin oleh Soekarno. Beberapa waktu berikutnya, rezim Soeharto menggiring Indonesia untuk tunduk pada sistem kapitalis. Apa yang didapat? Dalam perkembangannya, Indonesia justru menjadi budak Baca lebih lanjut