AWAS, JEBAKAN MEDIA SOSIAL!

Fenomena media sosial memangg terkadang berhasil memisahkan dua dunia. Dan tidak jarang, bagi sebagian orang, media sosial terbukti sukses membentuk sekat-sekat antara kehidupan maya dan sebenarnya. Masalah pun muncul. Ada yg berteman dgn ribuan org di akunnya, bahkan sering bertegur sapa dgn org2 dr berbagai negara, namun dlm realitasnya ia gagap dlm kehidupan sosialnya, kesepian, dan tersisih di tepi kehidupan nyata.

Haruskah seperti itu? Rasanya tidak mesti begitu. Bukankah media sosial hanyalah sarana yg sepenuhnya bergantung pd si pengguna sarana? Hmm…

Sebagai sebuah alat atau sarana, media sosial itu bebas nilai awalnya. Tak perlu dibedakan dari sisi nyata/mayanya. Sebab, kalau kt menganggap dunia maya dan nyata itu berbeda, sikap dan cara pandang kt tentu akan terus membentuk perbedaan keduanya. Kita akan merasa asyik sendiri menatap layar2 teknologi namun tdk merasakan hangatnya dekapan persahabatan di dunia nyata. Begitulah jebakannya.

Walaupun demikian, kita tdk perlu khawatir berlebihan. Sikapi dgn bijak. Media sosial itu ada jg kok sisi positifnya. Paling tidak dpt mendekatkan yg jauh, mengakrabkan yg dekat dan menghangatkan yg akrab. Yg penting kita selalu ingat bahwa dunia maya dan nyata itu hakikatnya sama. Minimal sama2 bukan area yg bebas hukum dan pengawasan Allah Swt.

Jadi, selama kt terikat pd aturan Islam, memperhatikan tata pergaulan di dlm Islam, menjaga bahasa tulisan agr tak menorehkan bekas2 dosa, in shaa Allah jebakan media sosial itu tdk akan terjadi, bahkan istilah gagap sosial pun tampaknya tak perlu ada lg.

Baca lebih lanjut

Islam dan Stigma Teror

Mengapa akhir-akhir ini Islam kian dipojokkan…  Sudah buta kah mata dan hati… hingga manusia dengan congkaknya, berani  menuduh Islam sebagai ideologi penyebar paham kekerasan…  Padahal Islam itu dari Allah… maka Allah jualah yang menjaga dan memuliakannya, sekalipun orang-orang munafik menghinakannya… Sebenarnya Islam ini diturunkan Nya ke dunia hadir dalam wujud tanda cinta Nya kepada umat manusia… Ya… Dari Nya untuk kita.

Kemudian mengapa orang-orang faqih, ‘alim dan ikhlas masa kini pun tampaknya akan mudah sekali mendapatkan predikat baru di pundaknya, apalagi kalau bukan stigma teroris… stiker jahiliyah modern yang akan ditempel pada teduh wajahnya.

Al Qur’an memang telah memberikan gambaran tentang kehidupan dunia ini… dunia lahan subur ber-sandi-wara… tempat yang asyik untuk ber-senda-gurau belaka…

Resahku, Allah Swt. malah akan turunkan bala lagi petaka buat kita… ketika rasa aman, tenang, tentram dan damai itu Ia cabut dari negeri Indonesia… Bisa saja… barang kali itu mungkin karena telah muak Ia melihat perilaku kita; mencampakkan hukum-hukum Nya.

Manifesto Hizbut Tahrir Indonesia Vs Manifesto Komunis

Adalah menarik melihat sepak terjang dakwah Hizbut Tahrir di Indonesia akhir-akhir ini. Selain karena bertambahnya dukungan dari berbagai tokoh yang ada di tanah air, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tampaknya juga kian memantapkan kiprahnya dalam membina umat dengan tsaqofah-tsaqofah Islam. Terbukti dari tawaran yang diberikan HTI kepada Indonesia yang terwujud dalam apa yang disebut Manifesto Hizbut Tahrir untuk Indonesia (Manifesto HTI).

Konon kabarnya, Manifesto HTI ini lahir dilatarbelakangi oleh suana publik yang sekarang ini, menjelang pemilihan kepemimpinan nasional 2009,  tengah bingung menilik tawaran-tawaran konseptual mengenai sistem pengaturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Terlebih lagi ideologi Islam masih belum muncul ke permukaan publik untuk dijadikan sebagai sistem alternatif bagi Indonesia.

Dalam rilis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui situs resminya disebutkan bahwa Manifesto HTI adalah bagian dari upaya HTI untuk mensosialisasikan ide atau konsep praktis mengenai pengaturan kehidupan sebuah negara yang menerapkan sistem Islam secara utuh (Daulah Khilafah) sehingga umat Islam dapat mengetahui bahwa Manifesto HTI adalah jalan baru untuk masa depan yang lebih baik. Dan uniknya, Ideologi Islam tetap menjadi inti dari Manifesto HTI tanpa sedikit pun berkompromi dengan ideologi yang ada, sekulerisme dan komunisme. Baca lebih lanjut

Isu Perubahan para Capres dan Cawapres; Pantas Berharap?

Akhir-akhir ini para capres dan cawapres beserta tim suksesnya kian sibuk melaksanakan agenda masing-masing demi memenangkan Pilpres 2009. Jargon dan janji-janji politik tampaknya akan terus disodorkan kepada masyarakat luas hingga bulan Juli mendatang guna merebut kursi RI-1. Dan sebagai akibatnya, kita pun acap kali mendengar pasangan Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto menyodorkan isu perubahan dalam materi kampanyenya karena pemerintah sekarang ini dianggap gagal membawa rakyat menuju kesejahteraan. Sementara itu, di pihak lain, SBY-Boediono semakin getol menepis anggapan itu dengan menganggap bahwa sistem dan arah kebijakan pemerintah selama ini adalah sudah benar sehingga perlu dilanjutkan. Baca lebih lanjut

Pendidikan di Negara Islam (Khilafah)

Abu Yasin dalam kitab Strategi Pendidikan Negara Khilafah, telah membahas secara rinci perihal landasan pendidikan formal di dalam suatu negara Khilafah. Beliau memaparkan dengan begitu gamblang bagaimana seharusnya sistem dan strategi pendidikan itu disusun. Dan tentu saja, negara menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pelaksanaan pendidikan ini.

Sistem pendidikan Negara Khilafah disusun dari sekumpulan hukum-hukum syara’ dan berbagai peraturan administrasi yang berkaitan dengan pendidikan formal. Baca lebih lanjut

Tips Mengelola Keuangan

Anda mungkin termasuk orang yang berpenghasilan ‘rendah’ seperti saya. Tanpa disadari sering kali kita dihadapkan pada kondisi pengeluaran bulanan jauh lebih besar dibanding pendapatan dalam satu bulan. Walaupun besar kecilnya nominal penghasilan itu relatif, bisa dipastikan, kejadian seperti di atas acap kali menimpa kehidupan rumah tangga seseorang. Oleh sebab itu mengelola keuangan dengan bijaksana adalah pilihan. Baca lebih lanjut