Menentang Operasi Militer ke Waziristan, Lebih Dari 30 Orang Anggota dan Pendukung Hizbut Tahrir Pakistan Ditangkap

Merasa mendapat perlawanan intelektual dari gerakan dakwah Hizbut Tahrir, pemerintah Pakistan beberapa hari lalu menyerbu sebuah seminar damai yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir dan menangkap lebih dari 30 orang anggota dan pendukung Hizbut Tahrir, termasuk Wakil Juru Bicara Hizbut Tahrir di Pakistan, Imran Yusufzai. Pemerintah Pakistan menganggap bahwa Hizbut Tahrir adalah pihak yang selama ini dianggap paling getol memobilisasi rakyat untuk mencegah operasi militer terhadap warga sipil tak berdosa di Waziristan dan menolak pasukan Pakistan dijadikan sebagai bahan bakar untuk perang Amerika.

Tindakan penangkapan tersebut merupakan wujud dari kekalahan intelektual rezim Zardari dalam menghadapi dakwah pemikiran yang digencarkan Hizbut Tahrir selama ini. Sebab, sejak awal Oktober 2009, sebenarnya Zardari sudah berulang kali mengkampanyekan isu tentang pentingnya meluncurkan operasi militer ke wilayah Waziristan. Namun rencana serangan itu mendapat kecaman keras dari publik, khususnya, oleh karena pengaruh dakwah -tanpa kekerasan- Hizbut Tahrir.

Rencana Zardari untuk meluncurkan operasi militer ini bertepatan dengan gelombang serangan bom mengerikan yang menyebabkan puluhan orang tewas, ratusan orang terluka parah, beberapa tempat di Pakistan. Terakhir, terjadi sebuah serangan bom di sebuah pasar di Peshawar pada tanggal 9 Oktober, dan kemudian serangan berlanjut ke markas besar tentara Pakistan di Rawalpindi pada tanggal 10 Oktober dan serangan bom pun mengarah ke konvoi tentara Pakistan di Shangla pada tanggal 12 Oktober 2009.

Terlepas siapa pun pelaku kejahatan keji ini, rangkaian serangan bom itu sebenarnya digunakan untuk berusaha membangun dukungan dalam melancarkan operasi di Waziristan. Dan Amerika Serikat adalah pihak yang paling diuntungkan mengingat Waziristan adalah wilayah yang telah menjadi basis mujahidin dalam memberikan perlawanan keras terhadap pasukan pendudukan Amerika di Afghanistan. Sadar atas kegagalannya itulah membuat AS harus bersandar pada negara-negara regional untuk menghindari rasa malu, termasuk dengan mendapatkan bantuan dari penguasa Pakistan. Dapat pula dimengerti mengapa pemerintah Pakistan harus melakukan operasi militer ke Waziristan. Sebab belum lama ini, Zardari berkunjung ke Amerika sehingga tidak tertutup kemungkinan bahwa rangkaian aksi teror tersebut merupakan bagian dari skenario busuk penguasa Pakistan dan intelijen Amerika untuk memuluskan rencana operasi militer mereka ke Waziristan. Terlebih sekarang ini tercatat 1.000 marinir dan tentara bayaran AS melakukan operasi rahasia di Pakistan. Hal ini jualah yang diungkapkan Hizbut Tahrir kepada publik.

Akan tetapi menghadapi kenyataan ini, dalam rilisnya, Hizbut Tahrir akan tetap melanjutkan perjuangan dakwahnya sampai berdirinya Daulah Khilafah Rasyidah dan menegaskan kembali bahwa dakwah ini tidak akan pernah bisa dicegah dengan berbagai bentuk penangkapan dan penyiksaan yang dialamatkan kepada para anggota maupun pendukungnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s