Operasi Militer ke Waziristan, Zardari Pengkhianat Umat

Pada awal Oktober 2009, rezim Zardari sudah berulang kali mengkampanyekan isu tentang pentingnya meluncurkan operasi militer ke wilayah Waziristan. Namun rencana serangan itu mendapat kecaman keras dari publik. Sebelumnya dalam operasi militer di Swat, pemerintah Pakistan telah menewaskan ribuan anak-anak, lanjut usia dan para wanita. Pemerintah menghancurkan rumah-rumah mereka, pasar dan jalan-jalan. Rezim Zardari tak tinggal diam. Beberapa skenario pun mulai disusun.

Kampanye operasi militer ke wilayah Waziristan ini kembali mencuat setelah tentara Pakistan berhasil mengepung kaum muslimin di Waziristan sejak beberapa bulan lalu. Upaya ini dilakukan dengan cara pemberlakuan jam malam serta menghentikan pasokan makanan dan persediaan penting lainnya ke wilayah Waziristan. Sehingga kondisi Waziristan sekarang pun berubah bak neraka yang mencekam.

Anehnya, rencana Zaradari untuk meluncurkan operasi militer ini bertepatan dengan gelombang serangan bom mengerikan yang menyebabkan puluhan orang tewas, ratusan orang terluka parah, beberapa tempat di Pakistan. Terakhir, terjadi sebuah serangan bom di sebuah pasar di Peshawar pada tanggal 9 Oktober, dan kemudian serangan berlanjut ke markas besar tentara Pakistan di Rawalpindi pada tanggal 10 Oktober dan serangan bom pun mengarah ke konvoi tentara Pakistan di Shangla pada tanggal 12 Oktober 2009.

Terlepas siapa pun pelaku kejahatan keji ini, rangkaian serangan bom itu sebenarnya digunakan untuk berusaha membangun dukungan dalam melancarkan operasi di Waziristan. Dan Amerika Serikat adalah pihak yang paling diuntungkan mengingat Waziristan adalah wilayah yang telah menjadi basis mujahidin dalam memberikan perlawanan keras terhadap pasukan pendudukan Amerika di Afghanistan. Dapat pula dimengerti mengapa pemerintah Pakistan semakin getol mengkampanyekan isu ini. Sebab belum lama ini, Zardari berkunjung ke Amerika. Sehingga tidak tertutup kemungkinan bahwa rangkaian aksi teror tersebut merupakan bagian dari skenario busuk penguasa Pakistan dan intelijen Amerika untuk memuluskan rencana operasi militer mereka ke Waziristan.

Kondisi AS sekarang ini sebenarnya amat parah akibat perlahan-lahan kehabisan darah dari luka yang ia peroleh dari perang Irak dan Afghanistan. Bahkan, luka yang AS peroleh ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Bagi pemerintahan AS, kedua perang itu berlangsung lebih lama dari Perang Dunia ke-2 dan merupakan perang tersulit. Buktinya hingga kini, tentara AS yang memiliki teknologi persenjataan militer tercanggih di dunia pun, belum mampu mengalahkan kelompok mujahidin yang hanya menggunakan persenjataan sederhana yang diproduksi pada tahun 1960-an. Sadar atas kegagalannya itulah membuat AS harus bersandar pada negara-negara regional untuk menghindari rasa malu, termasuk dengan mendapatkan bantuan dari penguasa Pakistan.

Jadi, kalau bukan karena Zardari dan pasukannya, Amerika sebenarnya lemah tak berdaya mengarungi peperangan di Afghanistan. Namun Zardari sang pengkhianat umat itu ternyata lebih memilih melayani kehendak tuannya (baca : AS) dibanding membela kaum Muslimin. Sementara kaum Muslim pada saat yang sama akan terus sakit dan menderita. Kita kecewa ini terjadi. Terlebih lagi karena pihak yang memerangi dan diperangi adalah sesama Muslim.

Dengan demikian, setelah Swat dan Khyber, AS rupanya kembali menggunakan pasukan Angkatan Darat Pakistan untuk memerangi mujahidin di wilayah Waziristan. Rencana serangan ke Waziristan ini akan semakin menguatkan bukti bahwa rezim Zardari yang bekerja sama dengan AS adalah pengkhianat umat yang kelak akan dibalas oleh seorang Khalifah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s