Curhat : ….. Dahaga Ku

Seandainya pusaran waktu itu terhenti…

Dan dimensi ruang tak lagi terhampar…

Tentu aku tak kan kuasa berlari…

Menelusuri jejak-jejak tekad yang tersisa….


Aku mencoba diam…

Namun roda zaman terus berputar…

Aku pun terluka…

Dan tersisih di tepi zaman.


Ku coba lunak…

Tapi dunia tetap kejam…

Ku coba keras…

Namun dunia bertambah kejam…


Ya Allah…

Petunjuk-Mu penyejuk dahaga ku…

Iklan

6 comments on “Curhat : ….. Dahaga Ku

  1. Walo waktu takkan pernah berhenti..teruslah berlari. masih ada asa yang harus di raih…iringi dengan Doa…Insya Allah pasti kebahagiaan itu akan tercapai 🙂

    Alkifah : Subhanallah… Terima kasih nasehatnya Mba…. 🙂

  2. UrmMh . .
    Saat diMensi itU terhenti . .
    Apakah ketika itU akU barU akan menyadari keLupaankU atas semUa janji2 . . ?
    Janji pada iLahi . . Bahwa akU akan…

    Alkifah : Benar Mas… Seharusnya kita tak boleh alpa menepati janji. 😀

  3. sebelum masa itu terhenti, jadikanlah ia sbagai sahabat karib…
    sehingga tak kan kau tinggalkan ia hanya demi hal2 yg tersia…
    sebelum masa itu terhenti, jadikanlah ia sbagai sahabat sejati…
    sehingga tak kan kau sesali, apa2 yg tak engkau sempati…

    Alkifah : Subhanallah… nasehatnya baik sekali Mba… Syukran 🙂

  4. Assalaamu’alaikum…

    Hargailah masa yang berlalu dengan mengambil sebanyak mana iktibar dari kelmarinnya. Hargailah masa yang sedang berlaku kerana saat pertemuaannya terlalu singkat untuk dikenang dan hargailah masa akan datang untuk dijadikan sempadan bagi teladan masa lalu yang menghasilkan kejayaan dan kemajuan buat diri yang pernah gagal dan jatuh.

    Masa akan berhenti jika kita merasakan ia berhenti untuk kita. Rebutlah peluang sedia ada selagi detik nafas yang berdenyut di jantung masih berdegup kencang sebelum saat hentinya tiba. Terima kasih atas kunjungan ke LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI. Sila mampir lagi. Salam mesra dari Malaysia.

    Alkifah : Wa’alaikumussalam wr. wb. Terima kasih atas tausyahnya ya Cik Gu… Semoga peroleh berkah… Amin.

  5. aku terseok dalam lubang -lubang tak kukenali
    aku masih melolong menjerit di sisi lorong -lorong tak bertuan …ketika kubuka mata aku melihat matahari telah bersinar,dan bahkan sudah setengah dari perjalanannya menggapai singasana sang malam …………..
    kututup wajah lumpurku dengan cadar ………
    biar tiada yang mengenali ssosok ku yang hina ……..
    namun di senja yang kian memerah suara sang nurani tedengar lantang, hai….pecundang janganlah kau sembunyi di balik cadarmu dan aku sadar Rabbiku melihatku,masihkah mau Dia mengampuniku,………….????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s