Mengubah Realita Menuju Idealita

Mohon ma’af sebelumnya bila Anda tidak berkenan dengan topik diskusi ini. Saya hanya bermaksud untuk mengajak Anda untuk berfikir dan mendiskusikan keadaan umat Islam saat ini. Menelaah realita yang ada, menganalisis untuk kemudian kita giring kepada suatu konsep idealita yang akan kita perjuangkan sebagai seorang muslim.

Sebuah realita, umat Islam sekarang ini tak lagi hidup di dalam system Islam. Mereka hidup di negeri-negeri sekuler dan tersekat-sekat ke dalam lebih dari 50 negara bangsa, tak lagi bersatu di dalam satu kepemimpinan. Saudara/iku, inilah awal musibah yang melanda kaum muslim saat ini. Sehingga petaka dan kemalangan muncul bertubi-tubi. Kemiskinan misalnya. Kemiskinan adalah fenomena biasa dan acap kali kita jumpai pada warga muslim. Belum lagi penindasan dan pembantaian yang dilakukan Barat sang penjajah, bukankah kezholiman itu selalu menghiasi tontonan keseharian kita? Saya percaya Anda bisa menjabarkannya lebih banyak lagi.

Berkenaan pemilu yang telah usai digelar, saya hanya hendak menyoroti tentang janji-janji perubahan yang disodorkan oleh Sistem Demokrasi ini. Tetapi ingat, inti demokrasi bukanlah pemilu. Begitu pula sebaliknya, inti pemilu bukanlah demokrasi. Jadi secara khusus, saya tidak mengkritisi pemilu sebagai sebuah uslub (cara) menjaring penguasa. Yang ingin saya sampaikan adalah masih pantaskah kita mengharapkan perubahan hakiki pada sistem demokrasi sementara realitasnya tidak pernah terbukti?  Sejarah pun membuktikan bahwa kehancuran supremasi peradaban Islam dalam bingkai Daulah Khilafah pada tahun 1924 M yang lalu justru berawal dari ketika kaum muslim saat itu mulai mengadopsi sistem politik yang disodorkan Barat dengan bius demokrasi dan nasionalismenya. Bila demikian, masih pantaskah kita berharap kepada sistem demokrasi yang busuk itu sementara Islam secara sadar kita pinggirkan?

Dengan demikian perlu kiranya kita menyamakan persepsi mengapa sistem demokrasi itu adalah sistem kufur sehingga haram hukumnya bila kita perjuangkan dalam pandangan Syara’. Kemudian bila Islam telah sama-sama kita jadikan sebagai solusi, mari kita bangun pemahaman bagaimana mantapnya sistem Islam itu di dalam mengatur kehidupan pribadi, sosial dan bernegara? Karena selama ini banyak orang Islam masih awam dan belum mengetahui bahwa sebenarnya di dalam ideologi mereka (Islam) terdapat suatu pemikiran dan metode yang lengkap dalam menjamin kesejahteraan dan kebahagiaan buat mereka.   Untuk itulah diskusi ini dibangun! Mari kita mulai!

Iklan

4 comments on “Mengubah Realita Menuju Idealita

  1. Orang Indonesia sudah buta mata dan hati. Kita cuma bisa menyampaikan dakwah, tapi kita tidak bisa memaksakan hati. karena hanya Alloh yang bisa memberikan hati mereka untuk menerima dakwah kita. Akan tetapi, bagaimana kalo hati mereka sudah buta? yang penting kita sudah berdakwah, sebagai bukti laporan kita kepada Alloh nanti.

    Alkifah : Benar Saudaraku, kita harus berdakwah! Syukran atas kunjungannya 🙂

  2. pemilu dalam demokrasi di artikan sebagai sebuah “pemenuhan hak2 sipil”.. dimana hak2 sipil di aplikasikan dnegan ideologi sekuler, ketika suara mayoritas jatuh pada kandidat tertentu pada seorang kandidat maka itu mencerminkan kehendak umum, seperti yg disampaikan oleh Rousseau..

    masalahnya apakah seperti itu, apa yang umat pilih tdk semestinya memilih… para caleg yang kebanyakan “menikmati demokrasi” demi meraih harta sebanyak2nya.. menikmati tentu mesti mempraktekan.. mempraktekan mesti meyakini demokrasi terlebih dahulu… pelanggaran hukum syara’ pisan ..

    demokrasi sebagai “tumbal” dr ideologi kapitalis.. seperti kata mosca “pengkritik demokrasi”.. demokrasi ibarat topeng ideologis untuk menindas kaum mayoritas atas minoritas..

    serem banget.. bagaimna demokrasi bisa membuat “kaum minoritas” memberantas “kaum mayoritas”…

    kapital, pemilik modal yang membuat semuanya mudah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s