Pemilu… oh… Pemilu

Pemilu sudah pernah 9 (sembilan) kali dilaksanakan di negeri ini. Acap kali Pemilu ini dianggap mampu membawa perubahan. Coba pikirkan dan rasakan. Nyatanya, Pemilu dan demokrasi tidak membawa perubahan apapun. Janji-janji yang disampaikan oleh parpol peserta Pemilu, caleg, capres dan cawapres akhirnya terbukti hanya pepesan kosong. Wajar jika Pemilu pun nyaris diabaikan, jika tidak bisa dikatakan ditinggalkan, oleh rakyat. Rakyat sudah sadar, bahwa janji-janji perubahan itu hanya omong-kosong. Justru melalui wakil rakyat dan pemerintahan terpilih, produk undang-undang yang memiskinkan mereka pun lahir. UU Migas, UU SDA, UU Minerba, UU Penanaman Modal dan UU BHP adalah sedikit contoh dari produk mereka. Belum lagi kebijakan-kebijakan yang tidak memihak kepentingan mereka.

Saya tidak mempermasalahkan pemilu sebagai sebuah cara untuk menjaring calon-calon penguasa. Perkara yang patut kita pecahkan adalah masih pantaskah kita menggantungkan harapan kepada sistem demokrasi ini? Sementara cita-cita dan idealisme juga urung kita dapatkan dari partai politik yang ada. Dalam konteks parpol Islam misalnya, tak ada satu parpol pun, kontestan pemilu 2009 ini, dapat kita kategorikan berada pada level ideal. Sebut saja PPP, PKS, PBB, PMB, PKNU dan partai Islam lainnya, terbukti mereka hanya membawa simbol-simbol Islam. Tetapi keropos dalam aspek pikiran dan metode perjuangan. Kita bisa tunjukkan hal ini melalui topik yang akan datang.

Selain itu, kita juga sering terbuai oleh janji-janji manis demokrasi. Padahal demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat itu hanyalah utopia. Memang betul mereka dipilih oleh rakyat, dan dari rakyat, tetapi jangan berharap mereka memperjuangkan kepentingan rakyat. Pemilu sebagai proses perubahan juga hanyalah utopia. Nyatanya, Pemilu sudah berlangsung berkali-kali, tetapi nasib rakyat tidak pernah berubah. Inilah realitas demokrasi dan Pemilu, yang ternyata hanyalah fatamorgana. Dari jauh tampak indah, ternyata setelah dekat, semuanya hampa. Namun, entah mengapa masih ada umat Islam yang belum jera, dan tetap percaya, padahal semuanya itu hampa dan terbukti sia-sia.

Oleh karena itu, selagi Indonesia berdiam diri dalam bingkai demokrasi, jangan pernah berharap perubahan akan hadir melalui pemilu nanti. Sehebat apa pun partai berkuasa. Sebersih apa pun kadernya. Kesejahteraan tidak akan pernah mewujud dari sistem demokrasi yang kufur ini. Karena itu, tidak ada jalan lain, kecuali kembali kepada Allah, dengan cara mempraktikkan seluruh sistem-Nya. Allahu Akbar!

Ya Allah… jadikan kami sebagai pejuang syari’at-Mu yang mukhlish!

*Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber pengamatan.

Iklan

2 comments on “Pemilu… oh… Pemilu

  1. Tragis jika PKS betul2 berkoalisi dengan SBY bahlul si pelindung bisnis kafir, saatnya PKS merapat ke partai2 Islam lainnya yang telah mereka gembosi suaranya dan berjuang bersama mereka untuk kemshalahatan umat. INSYA ALLAH!

    Buktikan bahwa dana umat yang telah disedot untuk iklan politik PKS memang benar2 untuk kepentingan umat Islam, bukan kepentingan petinggi PKS saja, buktikan hijaumu PKS!
    Jangan biarkan dirimu dianggap sebagai partai pragmatis dan oportunis, itu memalukan!

    Buat para kader, saatnya kita mawas diri dan berkaca kembali akan manuver2 petinggi PKS yang haus kekuasaan saat ini, mari kembali melayani masyarakat dalam tatanan bermasayarakat yang lebih Islami, daripada sekedar tercuci otak dan terjebak dalam permainan partai!
    Tujuan kita awalnya mendukung PKS adalah untuk mengagungkan Islam, bukan untuk kepentingan kekuasaan para petinggi partai, dan sayangnya banyak kader yang tidak menyadarinya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s