Perspektif Ekonomi PKS Tidak Islami

Beberapa tahun belakangan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampil sebagai partai yang paling banyak dibicarakan publik. Dengan membawa citra partai dakwah, partai ini kemudian dianggap sebagai entitas kekuatan baru yang mewarnai perpolitikan negeri ini. Dan masyarakat pun mulai menggantungkan harapannya ke pundak PKS untuk mengusung perubahan yang selama ini tidak pernah tercapai.

Akan tetapi masyarakat mulai banyak pesimis dan kecewa melihat sepak terjang PKS dewasa ini. Semangat gerakan dakwah yang selama ini dijargonkan mulai luntur.  Kebijakan-kebijakan pragmatis mulai kentara. Dan solusi Islami dalam memandang persoalan negeri ini pun pudar. Ditambah lagi sikap para anggota legislatif dan pengurus partai yang kian memperkeruh citra partai yang dianggap paling bersih, peduli dan professional ini. Sehingga wajar masyarakat dan simpatisan kecewa dan mulai ‘mencabut’ harapan mereka dari partai ini.

Ada beberapa kejadian yang menguatkan statement tersebut. Kasus tertangkapnya anggota DPRD Jambi dari PKS, Zulhalmi Alhamidi, di panti pijat membuat komitmen kader PKS dalam memperjuangkan Syari’at Islam mulai diragukan. Belum lagi kebijakan partai yang menjadikan figur utama di dalam iklan kampanye politik di televisi tidak berbusana muslimah.  Selain itu, adanya upaya untuk ikut serta pada momen Valentine dalam menjaring pemilih pemula sesungguhnya semakin menjauhkan partai ini dari citra partai dakwah.  “Karena itu pada momen Valentine, PKS akan memanfaatkan untuk membagikan hadiah yang identik dengan Valentine seperti cokelat yang diselipkan stiker caleg, bunga yang ada lambang nomor 8. Setiap kader khusus mendatangi para remaja,” ujar Ketua DPD PKS Depok Mujtahid Rahman Yadi, Minggu (8/2/2009). Walaupun kemudian Dewan Syariah PKS melarangnya.

Sementara itu, tampaknya PKS belum mempunyai konsep-konsep yang matang dalam memetakan persolan negeri ini berikut penyelesaiannya secara Islami. Dalam aspek ekonomi misalnya. Pandangan PKS hampir tak ada bedanya dengan konsepsi kebijakan yang diusung partai-partai nasionalis lainnya.

Pada tanggal 17 Februari 2009, MetroTv dan APINDO mengadakan sebuah acara dengan tema “Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab”, yang pada saat itu PKS diundang sebagai kontestan. Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dan Tim Ekonomi PKS turut berhadir pada acara itu. Saya terkejut dengan pernyataan dan pandangan PKS terkait dengan masalah ekonomi negeri ini. Dari sekian banyak kejanggalan yang saya temukan, dalam tulisan ini, saya hanya ingin menyoroti 1 (satu) hal saja, yaitu tentang EKONOMI RIBAWI.

Dari pemaparan Presiden PKS Tifatul Sembiring kala itu, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan. Pertama, PKS dalam pandangannya tetap menjadikan asas perekonomian ribawi sebagai sudut pandang dengan menjadikan pasar saham sebagai solusi untuk menjaga kestabilan perekonomian makro. Kedua, PKS setuju dengan sistem makroekonomi yang telah berjalan sebelumnya. Artinya sistem ekonomi kapitalis tetap dijaga. Ketiga, pernyataan Tim Ekonomi PKS tidak konsisten; mengharamkan jenis usaha spekluatif di satu sisi sementara di sisi lain PKS setuju Bursa Efek dijadikan dasar untuk menjaga kestabilan makroekonomi. Kalau sudah demikian, masih pantaskah citra Islam melekat pada partai yang ‘terbuka’ ini? Lantas mengapa Islam tidak dijadikan sebagai pijakan utama dalam memandang persolan umat ini? Mudah-mudahan ada yang menjawabnya!

Demikianlah sekilas pandangan saya atas kebijakan dan sepak terjang PKS akhir-akhir ini. Tiada maksud untuk mendiskreditkan partai PKS ini dan menjunjung partai lainnya. Anggap saja postingan sederhana ini sebagai kritikan membangun agar PKS kemudian lebih konsisten mendakwahkan Islam. Dan saya berharap mudah-mudahan PKS kian getol mendakwahkan syariah Islam dan kian nyata upayanya dalam menegakkan Daulah Khilafah.

***

Pinjam gambar dari sini

Iklan

7 comments on “Perspektif Ekonomi PKS Tidak Islami

  1. terus terang sya jga mersa sedkt khwatr dengn pks yg skarag semoga aja tidk membuat kcwa simpatisan yang megharpkan perbhan bagi bangsa dan agama pda khususnya. karna apabila perbhan terjad pada partai yang megusung Islam maka secra tidk langsung akan mengangkat citra agma dan ideologi yang diusung partai tersbt, untuk itu sya mengharp marilah kita bersatu memperbaiki diri baik dlam internal partai maupun eksternal partai gna menjdi sesuatu yang bermanfaat bagi agama dan bangsa. hidup pks!!!!!…..

    Alkifah : Ya… semoga ummat Islam bersatu dan bangkit ya….

  2. saya berharap PKS back to syariah wa Khilafah. sudah terlanjur basah dalam kerangka prgmtisme kepentingan atas nama rakyat. ingat perjuangan masih panjang jangan kita menjadi umat yang apatis berjuanglah untuk Allah bukan untuk sistem atau partai. Allahu Akbar

    Alkifah : Benar… Tampaknya pragmatis telah menjadi alasan bagi PKS utk mendulang suara. Entahlah, apakah dengan itu PKS masih pantas disebut sebagai partai dakwah? Saya ragu.

  3. saya rasa perjuangan PKS juga harus realistis, maksudnya tidak frontal langsung seperti yg anda sebutkan sebelumnya. PKS harus mengikuti arus yg ada dulu agar jalan yg dilalui tidak terlalu terjal (skrng pun masih terjal oleh perlawanan kaum2 sekuler),mudah2an PKS mendapat simpati rakyat karena memang kenyataan dilapangan sangat sulit untuk langsung melawan arus. Saya rasa ini salah satu strategi PKS untuk mendakwahkan Islam. Mudah2an PKS tetap istiqomah.. amiin

    Alkifah : Mengenai solusi ekonomi yang tidak Islami itu bagaimana?

  4. assalamua’alaikum..’afwan ana minta ijin copas artikel antum ke blog ana ya… 🙂

    Silahkan Saudaraku… Salam kenal 🙂

  5. ada komment dari kurnia di blog ana, semoga antum mau “menyadarkanya juga” 🙂 pada tema yang ana posting dari blog antum. tafadhol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s