Merasa Gembira Atas Kesusahan Orang Lain

Penguasa negeri-negeri muslim telah berkhianat kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya. Statement inilah yang pantas kita jatuhkan kepada mereka bila kita merujuk pada tragedy yang terjadi di Palestina. Buktinya hingga saat ini penguasa Mesir masih tetap menutup pintu perbatasannya di wilayah perbatasan Rafah Palestina. Artinya penguasa Mesir yang notabene adalah seorang muslim rela membiarkan begitu saja rakyat Gaza terpenjara di dalam keadaan lapar dan derita. Bahkan perkembangan terakhir menyebutkan tentara Zionis Israel kian getol melakukan gempuran di wilayah Utara Gaza. Namun tetap saja para penguasa negeri-negeri muslim itu tetap diam menyaksikan.

Sebegitu hebatkah lobi Israel hingga kemudian berhasil membungkam mulut para penguasa negeri muslim seperti Mesir, Arab Saudi, Jordania, dll.? Hal ini menunjukkan bahwa para penguasa pengecut itu benar-benar telah bersekongkol dengan pihak Yahudi sang penjajah. Betapa tidak. Arab Saudi justru meraih keuntungan besar selaku produsen minyak terbesar di Timur Tengah pada tragedy Palestina. Dengan perang ini, harga minyak tentu naik sehingga dapat mendongkrak pendapatan mereka. Begitu pula dengan Negara Arab lainnya. Mereka tentu saja mengamini kebijakan imperialisme Israel tersebut karena mereka takut kepada Amerika Serikat yang selama ini ‘mensodomi’ mereka. Na’udzubillah…

Sementara itu para penguasa muslim yang busuk itu juga beranggapan bahwa derita yang dialami oleh saudara-saudari kita di Palestina bukan persoalan mereka. Sehingga wajar para penguasa munafik itu bergembira di atas kesusahan yang dialami oleh kaum muslimin yang ada di Palestina. Mereka haus harta dan kekuasaan hingga aqidah pun tergadaikan. Sekali lagi mereka adalah pengkhianat.

Tak ketinggalan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Saat perang terjadi, SBY malah menyerukan kepada pasukan Garuda yang dekat dengan perbatasan Gaza untuk bersembunyi dan menghindari pertempuran antara Hamas dan Israel. Aneh. Padahal seharusnya SBY memberikan perintah supaya pasukan TNI yang ada di sana turut serta membantu perlawanan jihad yang ada di sana. Lagi-lagi, penguasan negeri ini pun mengekor seperti penguasa lainnya.

Padahal Rasulullah Saw. pernah bersabda : “Engkau tidak boleh menampakkan rasa gembira atas kesusahan yang menimpa saudaramu. Bias jadi Allah akan memberi rahmat kepadanya dan memberikan ujian kepadamu.” (HR. at-Tirmidzi)

Iklan

One comment on “Merasa Gembira Atas Kesusahan Orang Lain

  1. Mungkin ini salah satu tanda2 “KIAMAT SUDAH DEKAT”, pemimpin Islam jadi pengecut, smangat jihad Rasulullah saw yg sharusnya dpt diteladani kini hanya tnggal legenda.

    Alkifah : Ironis memang ya Bang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s