Akhir-akhir ini semua orang sibuk membincangkan panasnya hubungan bilateral antara Indonesia dengan Malaysia. Kuatnya desakan agar pemerintah Republik Indonesia (RI) bersikap tegas terhadap sepak terjang Malaysia tampaknya kian tak terbendung. Aksi unjuk rasa digelar beberapa kali dari tempat yang berbeda. Mereka menganggap pemerintah RI tak serius menjaga kedaulatan negeri ini dan terkesan diam atas perilaku aparat Malaysia yang dianggap berlebihan.
Terlepas dari pro-kontra hal tersebut, karena tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menganalisa setiap permasalahan yang ada, saya hanya ingin menyampaikan agar kiranya Indonesia-Malaysia tetap waspada atas kepentingan pihak ketiga dari perseteruan ini. Maksudnya, berhati-hatilah terhadap adu domba asing. Bukankah ketika Indonesia-Malaysia berseteru maka PBB, khususnya Amerika Serikat (AS), akan masuk ke Selat Malaka dan membentuk pangkalan militer di sana dengan dalih penjaga perdamaian kawasan?
Semua orang memahami bahwa penguasaan wilayah strategis Selat Malaka adalah sesuatu yang sangat mereka (AS) dambakan selama ini, tetapi belum berhasil. Dan dimana-mana, ketika AS berhasil masuk ke suatu wilayah konflik, sulit sekali keluarnya. Jadi, waspadalah. Jangan sampai diperalat, apalagi diperbudak oleh negara adidaya untuk sesuatu yang merugikan bahkan menghinakan kita.
Filed under: Opini Ditandai: | Indonesia Malaysia Konflik


Saya rasa anda ada benarnya pak. Indonesia -Malaysia memang serumpun, cuma emank dr dulu sllu ada org yg ingin perpecahan jd hati2 dgn adu domba adu domba