Pada 9 Oktober 2009, presiden AS Barack Obama dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian. Pertanyaannya, pantaskah Obama menerimanya?
Merunut sepak terjang kebijakan politik luar negeri Obama terhadap Palestina, Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, Irak maupun Iran akhir-akhir ini, saya berkesimpulan bahwa ada skenario tersembunyi yang ingin dibangun Barat dibalik penghargaan nobel ini. Sebab, dengan dalih apa pun, sesungguhnya, Obama tidaklah pantas menerimanya.
Obama mungkin telah mencuri hati para komite Nobel, tetapi bagi Muslim dan sebagian besar dunia, Obama sejatinya adalah pemimpin rezim imperialistik yang menjadi musuh kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Filed under: Opini, Tsaqofah Ditandai: | 2009, Analisis, Nobel Perdamaian, Obama

